Kalau kita berpikir terbalik
Hidup itu sendiri adalah penderitaan.
Dari lahir hingga kita mati, itu semua adalah penderitaan.
Rasa Kecewa, patah hati, takut, sedih, harapan yang tak pernah sampai.
semuanya hanyalah simbol dari penderitaan,
Sering kali kita dipatahkan oleh hasrat atau keinginan akan Sesuatu.
berharap lalu kecewa, berhasrat lalu terluka.
Keingan atas sesuatu dan Ketidakpuasan dalam diri adalah sumber dari segalanya.
Mungkin benar, rasa sakit itu adalah hidup itu sendiri.
Kita ga benar-benar ingat rasanya bahagia
Dan sangat ingat bagaimana rasanya patah hati,
tak ada luka yang benar-benar sembuh,
Dan tak ada bahagia yang benar-benar menetap.
Sekalipun orang tampak bahagia diam-diam ia menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan,
Nah sialnya, kita tetap harus hidup dan bertahan,
Terus mengejar kebahagiaan yang singkat itu.
Bukan karna hidup itu buruk
Tapi ketidak terimaan kita atas hidup Yang sebenarnya tidak stabil dan tidak menentu
Because life is about survival,
a never-ending endurance.
Dan yang paling ironis
You are not realy axis after you died,
Tetapi you have another life if you beliave god.
Inilah realitas.
Terkadang kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan sampai lupa bahwa luka adalah guru terbaik. Setiap rasa sakit yang kita rasakan sebenarnya sedang menempa jiwa agar lebih kuat. Menerima penderitaan bukan berarti menyerah, melainkan mengakui bahwa hidup memang penuh dengan warna yang tidak selalu cerah.