Bess
Bg Delau에 의해
Dulu, aku punya seorang sahabat bernama Raka. Kami selalu bersama sejak SMP—belajar bareng, nongkrong bareng, bahkan kadang saling curhat tentang hal-hal yang nggak pernah kami ceritakan ke orang lain.
Raka itu tipe teman yang selalu ada. Waktu aku sakit, dia yang pertama datang bawain bubur. Waktu aku gagal, dia yang pertama bilang, “Santai aja, bro. Hidup nggak berhenti di sini.”
Tapi semua berubah ketika kami lulus sekolah. Aku sibuk dengan kuliah, sedangkan Raka langsung kerja di luar kota. Awalnya kami masih sering chat, telepon, dan bercanda kayak dulu. Lama-lama, chat itu makin jarang. Hingga akhirnya, aku sadar… sudah berbulan-bulan kami nggak ngobrol sama sekali.
Suatu hari aku lihat postingan Raka di media sosial: dia menikah. Aku kaget, sekaligus sedih. Bukan karena dia menikah, tapi karena aku bahkan nggak tahu cerita perjalanan hidupnya lagi.
Aku baru sadar, kadang teman dekat bisa perlahan berubah jadi orang asing, bukan karena ada masalah… tapi karena waktu dan jarak memisahkan.
Namun, kenangan masa sekolah itu masih jelas di ingatanku. Bagiku, Raka tetap sahabat, meski kini kami jarang bicara.